Facebook Blokir Data Medis dari Aplikasi, Ada Apa?

Facebook Blokir Data Medis dari Aplikasi, Ada Apa?

Facebook Blokir Data Medis dari Aplikasi, Ada Apa?

Facebook merasa memblokir informasi kesehatan yang dibagikan aplikasi pihak ketiga di jejaring sosial.
Bandar Taruhan
Departemen Layanan Keuangan New York di awalnya mengungkapkan data-data seperti diagnosis medis hingga keadaan kehamilan pengguna dimasukkan ke alat analitik Facebook oleh pembuat aplikasi.

“Kebijakan kami melarang sharing informasi kesehatan yang sensitif dan itu bukanlah suatu hal yang kami inginkan,” kata juru berbicara Facebook seperti dilansir AFP.

“Kami telah tingkatkan upaya mendeteksi dan memblokir data yang berpotensi sensitif dan mengedukasi lebih lanjut pengiklan perihal cara menyiapkan dan memakai alat usaha kami.”

Terpisah, Pengawas Layanan Keuangan Negara Linda Lacewell menyatakan Facebook menginstruksikan pengembang aplikasi dan web web untuk tidak membagikan data medis, keuangan, dan data costumer yang berbentuk sensitif.

Namun, di kala yang bersamaan, Facebook disebut tidak mengambil alih cara di dalam mengawasi keputusan tersebut.

“Dengan melanjutkan usaha bersama pengembang aplikasi yang sering melanggar aturan, Facebook menempatkan dirinya di dalam posisi mendapatkan keuntungan berasal dari data sensitif yang selayaknya tidak dulu di terima sejak awal,” ucap Linda Lacewell.

Berdasarkan penyelidikan yang mereka laksanakan tahun lalu, informasi pengguna aplikasi secara teratur dibagikan kepada Facebook melalui alat yang menawarkan analisis data gratis kepada pengembang untuk menunjang peningkatan aplikasi.

Penyelidik mencontohkan aplikasi Flo Health yang mencatat jadwal menstruasi dan kesuburan yang digunakan lebih berasal dari 100 juta orang dan berikan paham Facebook tiap tiap kali pengguna memasuki era menstruasi atau bermaksud hamil.

Pembagian informasi seperti itu memang melanggar kebijakan Facebook, tetapi tak dulu diperiksa oleh perusahaan yang berbasis di California tersebut.

Facebook membawa dampak daftar istilah untuk diblokir sistemnya dan telah menyempurnakan kecerdasan buatan supaya lebih adaptif menyaring data sensitif yang tidak di terima di alat analitik.

Kunjungi Juga : Berita Terkini Teknologi

Daftar blokir memuat lebih berasal dari 70.000 istilah, termasuk penyakit, kegunaan tubuh, keadaan medis, dan wilayah dunia nyata seperti pusat kesehatan mental.

Laporan tersebut menunjang undang-undang privasi data yang diusulkan di negara anggota oleh gubernur yang secara tegas dapat melindungi data kesehatan, biometrik, dan wilayah serta membawa dampak Undang-Undang Hak Privasi Data Konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *