Cara Kabel Fiber Optik Google Deteksi Gempa dan Tsunami

Cara Kabel Fiber Optik Google Deteksi Gempa dan Tsunami

Cara Kabel Fiber Optik Google Deteksi Gempa dan Tsunami

Jaringan kabel serat optik bawah laut selama milik Google yang berada di Samudera Pasifik, disebut dapat digunakan untuk deteksi aktivitas gempa dan gelombang tsunami yang ada di laut.
Pasang Bola
Zhongwen Zhan dari Institut Teknologi California dan peneliti Google menggunakan information traffic dari keliru satu serat optik untuk mengukur perubahan tekanan dan ketegangan terhadap kabel.

“Sudah ada infrastruktur kabel telekomunikasi di luar sana. Jika Anda dapat mengubahnya menjadi sensor, itu luar biasa – dan itulah yang kami lakukan sekarang,” kata Zhongwen seperti dikutip Jurnal Science.

Dengan menggunakan information ini, mereka dapat mendeteksi gempa bumi dan gelombang laut yang disebut gelombang besar yang disebabkan oleh badai.

Penelitian yang ditunaikan selama sembilan bulan mencatat ada 30 moment gelombang besar di laut, dan kira-kira 20 gempa bumi berkekuatan 5 skala richter.

Tim peneliti termasuk lakukan pengukuran gelombang tsunami, tetapi tidak ada yang terjadi selama pemantauan tersebut.

Tugas utama sistem ini nantinya adalah mengirim information ke seluruh dunia melalui kabel-kabel untuk mengirimkan peringatan dini bencana kepada orang-orang yang berada di pesisir pantai, ketika tsunami tengah menerjang.

Menurut Zhongwen membangun dan pelihara instrumen geofisika di dasar laut dinilai sukar dan mahal. Sehingga stasiun seismik bawah air terbilang jarang dimiliki.

Jaringan kabel ini termasuk dapat berikan information kepada pakar seismologi dan geofisika untuk lihat potensi gempa bumi yang terjadi di bawah air.

Pendekatan baru ini disebut tidak perlu pemasangan peralatan baru ke jaringan kabel serat optik yang berada di dasar laut.

Kemampuan dalam mendeteksi gelombang tsunami terhadap posisi yang jauh sebelum saat mendekati pantai menurutnya dapat menyelamatkan banyak nyawa manusia.

“Kami terasa puas dan bersemangat dengan berkolaborasi dengan komunitas penelitian optik, bawah laut, dan seismik untuk menggunakan seluruh infrastruktur kabel kami demi keuntungan penduduk yang lebih besar,” tulis Google dalam sebuah blog.

Lebih lanjut ia berharap metode baru ini dapat menambahkan peluang yang baik kepada orang-orang untuk mendapatkan peringatan bencana sejak dini, supaya memiliki banyak selagi untuk berlindung.

Dikutip The Verge, terhadap th. 2018 penelitian serupa sudah diterbitkan yang membuktikan bahwa kabel dasar laut berpotensi untuk mendeteksi gempa bumi dan gelombang tsunami. Namun cara selanjutnya dinilai memiliki keterbatasan.

Kunjungi Juga : Berita Terkini Teknologi

Keterbatasan disebut sebab kudu melengkapi perlengkapan tertentu untuk menembakkan laser ke kabel bawah laut.

Pendekatan baru ini dinilai dapat menghemat cost sebab tidak perlu infrastruktur baru. Namun, ada kekuatiran bahwa menambahkan peralatan ke kabel dapat berpotensi pelanggaran keamanan, sebab pelaku dapat mengakses information melalui jaringan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *