Burung Camar Ternyata Memiliki Keunikan Sebagai Burung

caribbeanflamingo

Burung Camar Ternyata Memiliki Keunikan Sebagai Burung – Camar atau gulls adalah bulu babi yang dikenal bersama dengan tingkah lakunya yang unik. Jika orang kebanyakan kesal selagi orang lain menyentuh makanannya, maka burung yang terhitung di dalam famili Laridae ini justru sebaliknya. Sebuah belajar baru-baru ini oleh para peneliti di University of Exeter, Inggris, mendapatkan bahwa laut lebih tertarik pada makanan yang merubah manusia.

Burung Camar Ternyata Memiliki Keunikan Sebagai Burung

caribbeanflamingo – Pada awalnya, para peneliti terkejut lihat laut, yang selalu dekat bersama dengan orang-orang yang memegang makanan di pantai atau di dermaga. Pertanyaannya, apakah burung hanya tertarik pada makanan atau apa yang ditunaikan manusia bersama dengan makanan?

Baca Juga : 10 Fakta Elang Putih Yang Perlu Kalian Ketahui

Menurut Madeleine Goumas, yang memimpin penelitian, penelitiannya menyatakan bahwa isyarat manusia mampu merubah manusia jerami lalat di dalam makanan. Selain itu, fakta ini terhitung mampu mengatakan mengapa bagal masuk ke perkotaan.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di dalam jurnal Royal Society Open Science, Gumas bereksperimen bersama dengan bagal herring. Menurut Cornell’s All About Birds Laboratory, camar herring (Larus argentatus) adalah emas abu-abu-putih klasik dan juga emas kaki merah muda. Kerang ini banyak ditemukan di perkotaan dan sering mencari makanan yang tidak diterima manusia.

Guma dibungkus bersama dengan dua pancake (semacam oatmeal bar) di dalam plastik dan ember hitam untuk burung yang tenang. Dia menyita dua makanan berasal dari ember dan meletakkannya di lantai. Kemudian tidak benar satu berasal dari dua pancake itu diambil alih dan ditahan sepanjang 20 detik dan sesudah itu dibuat seolah-olah dia idamkan memakannya. Gumas mengatur jalan lain yang dia pertahankan di lantai dan pergi.

Dari 38 bagal yang diperiksa, 14 orang menyingkirkan makanan dan 24 orang memungut sisa makanan. Uniknya, 19 (79%) berasal dari 24 bagal lebih menyukai pancake yang sudah dimiliki Gumas.

Eksperimen sama lainnya ditunaikan oleh Gumas dan timnya. Namun kali ini, mereka memotong spons biru bersama dengan ukuran dan bentuk yang sama bersama dengan tortilla. Lokasi yang dipilih terhitung tidak serupa berasal dari yang di awalnya untuk memastikan bahwa burung camar yang berpartisipasi terlampau tidak serupa satu sama lain dan belum diuji.

Pada percobaan kedua ini, berasal dari 23 bagal yang menggigit spons, 15 di antaranya menentukan yang tidak disentuh Gumas. Hasil ini tidak berarti secara statistik. Dengan demikian, para peneliti berhipotesis bahwa burung camar terlampau tertarik pada makanan yang sudah dimiliki manusia. Mereka kemungkinan terhitung sudah belajar berasal dari pengalaman mereka sendiri bahwa benda-benda yang ditutupi bersama dengan bungkus plastik selalu melekat pada makanan.

Mengapa itu penting?
Para peneliti menyatakan bahwa urbanisasi berdampak negatif pada banyak spesies. Habitat mereka berkurang dan mereka kehilangan sumber makanannya. Tapi tikus sudah mendapatkan langkah untuk berevolusi dan hidup berasal dari makanan yang dibuang manusia. Namun, peneliti menduga ada spesies lain yang laksanakan perihal yang sama.

Dengan meningkatnya urbanisasi, jadi banyak satwa liar yang mampu bersentuhan bersama dengan manusia dan barang-barang buatan manusia (sumber polusi manusia). Namun, makan makanan buatan manusia mampu berbahaya bagi keharmonisan. Oleh gara-gara itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang mengapa hewan idamkan menjalin hubungan bersama dengan manusia adalah penting. Ya, untuk memahami perihal ini, kita mampu mengembangkan beraneka tindakan pencegahan, baik untuk kurangi dampak negatif berasal dari hubungan ini pada manusia maupun dampak barang-barang manusia pada populasi hewan liar tersebut.
Untuk selagi ini, burung camar masih mampu merumput di tempat-tempat yang menurut mereka ada banyak makanan.

Laura Kelly, penulis senior belajar tersebut, mengatakan hasil penelitian menyatakan bahwa burung camar lebih condong mendekati makanan yang dibuang atau dijatuhkan orang, sehingga mereka mampu mengaitkannya bersama dengan di mana orang perlu makan makanan gratis.

Ini terhitung alasan mengapa perlu untuk menyingkirkan makanan bersama dengan benar, gara-gara pakan moluska secara tidak sengaja memperkuat senyawa ini.